TRIBUNNEWS.COM,
PONTIANAK - Sesaat sebelum
pidato politik Presiden SBY Rabu
kemarin, ternyata TNI telah
mengirim satu batalion ke
perbatasan Indonesia-Malaysia
di Kalimantan. Pengiriman ini
lebih cepat dari yang
direncanakan sebelumnya yaitu
pascalebaran.
Sebanyak satu batalion sekitar
700-1000 personel telah dikirim
untuk bertugas mengamankan
perbatasan Indonesia-Malaysia.
Komandan Brigade Infanteri 19/
Khatulistiwa, Letkol Inf Rochadi,
melepas satu batalion plus 641
Beruang untuk menempati 31
pos di perbatasan.
"Rencananya penugasan ini
pascalebaran. Karena berbagai
dinamika dan lain hal, kita
berangkatkan sekarang. Ini
perintah dari Mabes TNI," jelas
Rochadi, kepada Tribun
Pontianak, Rabu (1/9).
Para personil tersebut
menempati 31 pos yang ada di
perbatasan, diantanya, Entikong,
Kabupaten Sanggau, Tanjung
Datuk, Badau, Sajingan,
Bengkayang, Sambas dan
daerah lain yang berbatasan
langsung dengan Malaysia.
"Ini tugas mulia, prajurit harus
bangga mengemban amanah ini,
ini bentuk pengabdian kepada
Nusa dan Bangsa, jangan kecil
hati, kalau kecil hati, lebih baik
mundur dari prajurit, kalau
sudah tugas, besok lebaran,
sekarang ditugaskan, harus
berangkat," tegas Rochadi lagi.
Rochadi juga meminta kepada
para istri prajurit untuk
mendukung sepenuhnya para
suami yang bertugas dan
senantiasa berdoa terhadap
keselamatan para prajurit.
Batalion ini akan menggantikan
Batalion 642 Sintang, yang
sebelumnya ditugaskan
diperbatasan RI-Malaysia.
TNI Sudah Kirim Infanteri Satu Batalion ke Perbatasan - Tribunnews.com
No comments:
Post a Comment