Tuesday, 28 September 2010

DEMOKRASI INDONESIA DIMATA OBAMA

DALAM pidatonya di Sidang
Umum Perserikatan Bangsa
Bangsa (PBB) di New York akhir
pekan lalu, Presiden AS Barack
Obama sempat menyinggung
Indonesia dengan mengatakan
Indonesia adalah negara
demokrasi yang perlu dicontoh.
Sebuah sanjungan yang sangat
membanggakan tapi juga
agaknya memiliki motif
tersembunyi.
Mengapa membanggakan ?
Alasannya sederhana: sanjungan
itu dikemukakan oleh Presiden
Amerika Serikat (AS), negara
yang menjadi kiblat demokrasi
dunia. Kata ‘perlu dicontoh’
yang dilontarkan Obama itu bisa
langsung diterjemahkan bahwa
demokrasi -- atau paling tidak
proses perjalanan demokrasi
Indonesia -- berada di standar
negara-negara Barat, sekurang-
kurangnya dilihat dari kaca mata
Obama.
Yang jadi pertanyaan -- terutama
sekali bagi kita warga Indonesia
yang melaksanakan dan
menikmati demokrasi ini --
benarkah demokrasi kita perlu
dicontoh atau ada pesan
tersembunyi lain dari pernyataan
Obama itu ?
Pertama mari kita lihat
demokrasi Indonesia dari kaca
mata Obama ataupun kaca mata
politisi Amerika Serikat. Di mata
politisi AS, Indonesia adalah
sebuah negara Muslim,
kesimpulan yang sebenarnya
diambil bukan dari sisi politik
atau ideologi tapi dari kenyataan
bahwa Indonesia adalah negara
dengan penduduk beragama
Islam terbesar di dunia.
Bagi sebagian besar masyarakat
Barat, termasuk para politisi
sekali pun, Islam selalu
berkonotasi negatif. Menurut
pemahaman mereka Islam
adalah ideologi konservatif
teokrasi, dengan Tuhan sebagai
sumber aturan, bukan demokrasi
dengan rakyat sebagai
pemegang kedaulatan.
Bisa difahami jika Barat melihat
Islam sebagai ideologi anti-
demokrasi karena mereka
melihat contoh yang terjadi di
negara-negara Islam di Timur
Tengah yang memang
menerapkan sistem politik
‘teokrasi ala Arab’ yang
bertentangan dengan demokrasi
modern.
Konklusi Barat atas demokrasi
Islam dengan rujukan negara-
negara Timur Tengah itu
memang sungguh menyesatkan
untuk mengetahui demokrasi
dalam Islam sebenarnya, tapi
itulah pandangan paling tidak
sebagian besar masyarakat Barat
tentang demokrasi di dunia
Islam. Karena itu, bila sebuah
negara Muslim menerapkan
demokrasi ala Barat, seperti yang
kita lakukan di Indonesia, maka
itu merupakan sebuah lompatan
politik besar dan seperti yang
disebut Obama: perlu dicontoh !.
Meski tidak menyatakan secara
terang-terangan, Obama
sebenarnya ingin mengatakan:
perlu dicontoh oleh negara-
negara Muslim lainnya.
Bagi Obama dan juga negara-
negara Barat lainnya, Indonesia
adalah sebuah negara Muslim
yang ideal, dengan pengertian:
sesuai dengan harapan yang
mereka inginkan untuk sebuah
negara Muslim. Meski kelompok
militan maupun organisasi teroris
tetap ada di Indonesia,
pemerintah maupun rakyat
Indonesia yang merupakan
penduduk Muslim terbesar di
dunia itu jauh berbeda dengan
pemimpin atau warga Muslim
Timur Tengah. Radikalisme,
maupun ideologi anti-Barat
hampir tidak tumbuh di
Indonesia. Masyarakat Indonesia
bahkan cenderung pro-Barat
dibanding pro-Timur Tengah.
Pasca jatuhnya Presiden
Soeharto dan pemerintahan
order barunya, Indonesia juga
telah menerapkan sistem
demokrasi yang benar-benar
bebas, sehingga Barat bersedia
menyebut Indonesia sebagai
salah satu negara demokrasi
terbesar di dunia. Negara Barat
juga sangat gembira dengan
keberhasilan Indonesia dalam
memberantas terorisme dan
menginginkan negara Muslim
lain mengikuti langkah yang kita
ambil.
Dengan kondisi Indonesia di atas,
pernyataan Obama bahwa
demokrasi Indonesia perlu
dicontoh merupakan seruan
tersembunyi Barat bahwa
mereka ingin negara negara
Muslim dunia seperti Indonesia.
Membanggakan ?

No comments:

Post a Comment