aku selalu miris, apapun yang kusentuh perlahan sirna dan enggan kembali, tapi kuanggap ini sebuah karunia allah-swt terhadap umatnya, meski ku tak bisa menampik semua kesedihan ini sendiri namun kucoba tegar dengan senyum yang tersisa di bibir luka ini, toh nantinya juga suka kan tiba meski tak tau kapan kan hadir pada diri ini. perasaan semakin ku ingin rengkuh cahaya malam,dia semakin menjauh penuh tanda tanya. inikah sesuatu yang harus ku hadapi dengan luka sayat atau mungkin lebih hina-dina dari yang kupikirkan selama ini. aku coba berhenti berpikir sejenak, namun sarafku seakan malah kian berkecamuk liar melawannya. inikah hidup yang penuh kepalsuan akan kejujuran dan mulai merambah sendi-sendi nurani yang penuh kemunafikan ucap. lelahku hanya angin dianggapnya, sapaku hanyalah kilat yang cepat berlalu, melody yang kumainkan hanyalah bisik jangkrik malam yang mengganggu lelap diantara mimpi-mimpi. jika ada kejujuran takkan ada yang tersembunyi begitu rapat dan takkan juga dijaga punakawan-punakawan seperti dalam cerita pewayangan. pikir tak menentu rasa di sunyiku, selalu gundah menikam tanpa lelah di sudut dada, pilar-pilar jiwa terasa runtuh menghujam ragaku sendiri, semua hanya semu menikam khayalku yang dulu begitu ku damba dalam nyata, namun kini terkikis sejak adanya buah pikir darinya yang berubah..., apa ini buah dari tawa di awal ku jumpa ?!!.. mungkin jawaban dari kebenaran itu adalah remove, hingga saat sebuah pertanyaan tak mampu dijawab maka aku di remove dengan alasan teror..., apa itu sesuatu tuk lari dari kenyataan?
ingat! kalau ada perbedaan pendapat seharusnya didiskusikan agar tidak menjadi bumerang dan salah sangka dikedua belah pihak yang bersengketa. karna hal itu bisa menjurus ke sebuah kebencian yang mendalam, lalu bahkan tidak mustahil bisa juga terjadi dendam di hati kedua belah pihak. bukankah dendam itu salah satu sifat iblis.
Udinovbotakov
No comments:
Post a Comment