Saturday, 27 March 2010

CERMIN WARUGA

asa terenggut padam cahaya, raut wajah tergores pateram, sesak pun menghujam penuh cabik

Jelas memang masih tergambar waruga direlung ini, tidak dan tak akan sirna walau benderang terik membias pada ubun-ubun.

ditepi galau ini aku terisak membuang getir yang sesak menyeruak dalam hampa

dan, disaat mulai tersenyum cermin itu retak karna refleksi cahaya diri yang agak memudar


malam-250310/udinovbotakov

No comments:

Post a Comment