asa terenggut padam cahaya, raut wajah tergores pateram, sesak pun menghujam penuh cabik
Jelas memang masih tergambar waruga direlung ini, tidak dan tak akan sirna walau benderang terik membias pada ubun-ubun.
ditepi galau ini aku terisak membuang getir yang sesak menyeruak dalam hampa
dan, disaat mulai tersenyum cermin itu retak karna refleksi cahaya diri yang agak memudar
malam-250310/udinovbotakov
No comments:
Post a Comment